Membongkar Propaganda Freemason dalam film "X-Men First Class" (Part I)

Hingga kini masih banyak orang yang menganggap bahwa film hanyalah sebuah tontonan yang bersifat konsumsi untuk sekedar hiburan semata. Menganggap jika film hanyalah sarana untuk melenturkan otot-otot syaraf dari ketegangan menghadapi rutinitas harian. Dan tidak sedikit publik yang mengingkari bahwa sebuah film ternyata banyak menyimpan pesan-pesan yang ingin ditanamkan secara halus oleh produsen di bawah alam sadar para penonton.

Dalam membahas perfilman, pikiran kita akan ditarik secara paksa kepada industri raksasa perfilman dunia bernama “Hollywood”. Karena dunia telah mengakui betapa hebatnya mereka membuat adegan film dengan skala teknologi animasi yang utra-canggih. Tapi kini, harusnya kita mulai membuka mata bahwa hasil karya mereka tercipta bukan tanpa maksud, film yang mereka ciptakan bukan terlahir di atas awang-awang semata, dan skenario yang mereka garap tercipta bukan by accident tapi by-design.

Jika hal ini kita sepakati, maka yang harus kita ketahui selanjutnya adalah; siapa yang “mendesain” sebuah film? Siapa orang-orang yang berdiri di balik layar besar Hollywood? Apa tujuan mereka? Ambisi serta langkah apa yang mereka tempuh untuk mencapai tujuan tersebut?

Dari pembacaan ini, penulis mencoba menjawab pertanyaan sederhana di atas melalui kacamata “X-Men First Class” yang merupakan salah satu “hasil karya” up-to-date yang cukup relevan untuk dijadikan batu pijakan guna memahami karya-karya Hollywood lainnya.

X-Men First Class” adalah salah satu sub-tema terbaru di antara film X-Men lainnya semisal “X-Men The Last Stand” dan “X-Men the Origin: Wolverine” yang telah diproduksi tahun-tahun sebelumnya. Dalam film ini dikisahkan tentang awal-mula terbentuknya sebuah kumpulan Mutant di bawah naungan sekolah yang diasuh oleh Profesor X. Kisah X-Men sendiri berasal dari komik terbitan Marvel. Oleh karenanya, ketika diangkat ke layar lebar, 21st Fox Century harus menyertakan Marvel Entertainment dan Dune Entertainment sebagai mitra asosiasi guna menggarap film ini.

Dalam awal cerita, kita akan diperkenalkan dengan seorang anak kecil bernama Erik Lensherr dengan lokasi cerita di Polandia tahun 1944. Erik jua lah yang nantinya akan mengakhiri kisah dalam film ini. Boleh dikatakan, film ini secara garis besar ingin mengisahkan bagaimana lika-liku Erik dalam menjalani hidupnya. Rasa sedih, dendam, amarah dan ambisi yang ingin ia capai. Lantas, siapa sebenarnya Erik?

Jika mengikuti alur cerita, kita akan tahu bahwa Erik adalah Magneto Junior, hanya saja ini bukan yang akan kita bahas. Namun pembahasan kita terkait pesan-pesan tersembunyi yang diperankan oleh Erik dan lakon-lakon lainnya baik itu pesan berupa ucapan, kalimat, tindakan, maupun simbol.

Belum sampai dua menit, anda akan diperlihatkan sebuah simbol yang terdapat pada baju yang dipakai Erik, yang tentunya kita semua telah mengenal baik simbol ini. Ya, itu adalah logo heksagram, logo bintang David yang telah menjadi plakat resmi Zionisme Internasional. Sebuah simbol resmi bendera Israel. Simbol tersebut seolah menandakan bahwa dalam cerita ini, pergerakan Zionisme diperankan oleh Erik.

Perlu diketahui juga, bahwa Erik dan keluarganya dalam film ini dikisahkan sebagai tawanan Nazi, dan itu berhubungan erat dengan cerita konyol “Holocaust” dimana para Zionis berupaya untuk mengais simpati dunia bahwa mereka adalah kaum tertindas yang berhak “merebut” tanah Palestina. Namun tentu saja ini logika keliru, karena yang pernah menindas Israel adalah Jerman dan bukan Palestina.

Baik, kita “pause” adegan Erik sampai di sini, lalu kita beralih ke seting lokasi di Westchester New York tahun 1944. Disini kita akan menyaksikan sebuah adegan dimana seorang anak kecil bernama Charles Francis Xavier tidur lelap di atas kasurnya, ia lalu terhenyak kaget ketika mendengar suara mencurigakan datang dari arah dapur. Kontan Charles Xavier beranjak dari ranjang untuk memastikan suara apa itu? Setibanya di dapur ia baru tahu, ternyata ada maling kecil yang menyusup ke rumahnya untuk mencuri makanan.

Pencuri tersebut tak ubahnya seorang Mutant bertubuh biru dengan kemampuan mengubah wujudnya seperti siapa saja, layaknya iblis yang mampu berubah wujud dan menyamar. Tapi jika diperhatikan lebih detail lagi, ternyata lantai dapur di rumah Xavier tersebut memiliki motif yang sudah tidak asing lagi, yaitu “Checkered Floor” alias lantai hitam-putih ciri khas Freemason yang selalu menjadi motif lantai dalam loji tempat mereka “beribadah”.

Lantai hitam-putih dalam keyakinan Freemason diyakini sebagai simbol persilangan dua alam, yaitu alam nyata dan alam gaib, atau lebih tepatnya; antara alam manusia dan alam jin (al-tsaqalain). Lantai hitam-putih acap kali disisipkan dalam perfilman dan konser musik. Dalam adegan kali ini, terlihat jelas bahwa Xavier –sebagai manusia– tengah “bertemu” dengan Raven, sebuah makhluk bertubuh biru yang dikesankan seperti jin.


Albert Pike, seorang Freemason derajat-33 dan juga pendiri gerakan rasialis KKK (Ku Klux Kan) menyatakan bahwa Freemason hampir seluruhnya diasaskan oleh Kabbala. Artinya, ritual kaum Mason tak kan jauh dari praktik sihir berikut simbol-simbol warisan paganisme Babilon dan Mesir kuno. Motif “lantai hitam-putih” juga digunakan pada adegan ketika Erik –yang telah dewasa– berada di sebuah bar di Villa Gesell-Argentina ketika mencari Sebastian Shaw.


Dan jika kita kembali lagi ke kamar Xavier persis sebelum adegan pertemuannya dengan Raven, maka perhatikan apa yang terdapat di atas meja di dekat ranjang Xavier. Di situ terdapat tiga buah foto, dan penulis yakin, setidaknya publik sangat akrab dengan dua wajah dari ketiga foto itu, yang satu sebelah pojok kiri adalah Charles Darwin, dan yang sebelah pojok kanan adalah Albert Einstein. Apa hubungannya dengan Xavier? Lantas, mengapa ada persamaan dengan nama depan mereka; “Charles” Darwin dan “Charles” Xavier? Dan apakah semua itu kebetulan?


Untuk ukuran seorang anak kecil, lebih cocok jika Xavier meletakkan foto kedua orang-tuanya di figura tersebut, karena sungguh janggal jika seorang anak SD meletakkan foto Darwin dan Einstein dalam bingkai foto privat seolah kedua orang tersebut adalah orang tuanya. Mungkin jika sepintas dilihat, penonton tidak terlalu memperhatikan foto tersebut, dan terbesit jika itu hanyalah foto-foto famili atau orang tuanya, namun sekali lagi, itu bukanlah foto keluarganya, lantas kenapa harus Darwin dan Einstein foto yang dipilih sang sutradara untuk diletakkan di atas meja Xavier?

Dari empat hal inilah setidaknya kita akan mengetahui pesan rahasia yang tersembunyi dalam film X-Men First Class ini, pertama adalah logo Heksagram (bintang David) yang mewakili gerakan Zionisme, kedua adalah lantai hitam-putih sebagai simbol gerakan Freemasonry, ketiga adalah Charles Darwin dan keempat adalah Albert Einstein. Hingga akhir cerita film ini, semua akan berkait-kelindan dengan empat unsur tersebut, saling berhubungan dan menuju kepada sebuah pesan subliminal yang dibisikkan secara halus ke dalam pikiran jutaan penonton.

Darwinisme; dari Evolusi Hingga Mutasi

Penulis akan memulainya dengan Charles Darwin terlebih dahulu. Mendengar namanya, seketika kita akan teringat tentang teori evolusi. Dan jika kita pernah belajar Biologi di bangku sekolah tentang adanya seleksi alam, yaitu pertarungan antar makhluk hidup guna mempertahankan spesis masing-masing, maka lupakan teori tersebut. Atau jika kurikulum yang kita pelajari dulu mencekoki kita tentang bagaimana manusia berevolusi dari kera menjadi manusia, maka buang jauh-jauh dogma itu dan jangan diwariskan kepada keturunan kita. Cukup sampai di sini kita ditipu mentah-mentah oleh teori Darwin ini.

Darwinisme sejatinya ingin menegaskan bahwa alam ini tercipta secara kebetulan tanpa adanyaThe Creator. Dalam kamus akidah Islam, kata “kebetulan” itu tak pernah ada, karena itu bertentangan dengan pokok Iman terhadap Qadha’ dan Qadar. Selanjutnya, teori Darwin ini kemudian menjadi filsafat materialisme dan rasisme yang diadopsi oleh Neo-Fir’aun semacam Adolf Hitler. Hitler beranggapan bahwa bangsa Aria adalah ras unggul yang paling berhak memiliki dan mengatur dunia. Maka jangan heran jika dalam film yang tengah kita kupas ini, berkali-kali ditampilkan simbol Nazi yang nota-bene adalah kendaraan Hitler sekaligus piranti untuk menerjemahkan filsafat Darwin dalam bentuk Perang Dunia-II.


Selain swastika Nazi, di sini juga dapat dijumpai simbol komunisme berupa “Palu dan Celurit”. Dan jika kita bahas tentang komunisme, lazimnya kita merujuk kepada penggagas komunisme itu sendiri yaitu Karl Marx. Dialah orang pertama yang memahami sumbangsih besar Darwin terhadap paham materialisme. Karl Marx menunjukkan simpatinya kepada Darwin dengan mempersembahkan karya terbesarnya “Das Kapital” kepada Darwin. Dalam edisi bahasa Jerman dari buku tersebut, yang ia kirim kepada Darwin ia menulis: “Dari seorang pengagum setia Charles Darwin”.Maka tak heran jika Karl Marx pernah berujar bahwa “Agama adalah candu”. Karena Marxisme sejatinya merupakam paham yang menolak keterlibatan agama dalam urusan dunia. Itu sebabnya, ajaran evolusi yang juga menafikan paham ketuhanan ini searah dengan jalur pemikiran Karl Marx.


Teori dan konsep evolusi secara vulgar ditegaskan dalam film ini, jelas tersirat dalam percakapan antara Erik dengan Schmidt (juga dipanggil Sebastian Shaw) –yang merupakan pejabat Nazi– ketika ia bertutur kepada Erik,

Genes are the keys that unlocks the door to a new age, Erik. A new future for mankind. Evolution.” (Gen adalah kunci untuk membuka pintu menuju era baru, Erik. Masa depan baru bagi umat manusia. Evolusi.)

Dalam scene tersebut, Sebastian memaksa Erik untuk mengeluarkan kemampuannya, memaksa Erik untuk menjadi pengikutnya, demi sebuah tujuan, yaitu membuka tata dunia baru (New Age) yang ia sebut sebagai “Evolusi”. Evolusi dalam tafsiran Nazi berarti merujuk kepada teori Darwin bahwa sebuah spesis yang unggul dan kuat untuk tetap survive harus membunuh spesis lainnya yang lebih rendah dan lemah. Inilah yang kemudian disebut sebagai “Teori Eugenetika”, yaitu membuang orang-orang berpenyakit dan cacat, serta “memperbaiki” ras manusia dengan memperbanyak jumlah individu sehat. Sebagaimana hewan jenis unggul dapat dibiakkan dengan mengawinkan induk-induk hewan yang sehat, maka berdasarkan teori ini, ras manusia pun dapat diperbaiki melalui cara yang sama.


Ideologi Darwin yang dianut Nazi terbaca jelas dalam buku Adolf Hitler berjudul Mein Kampf(perjuanganku), dimana Hitler termasuk golongan yang “terilhami” oleh teori seleksi alam tersebut. Hingga pada rapat umum partai Nazi di Nuremberg tahun 1933, Hitler mengumandangkan bahwa:“Ras yang lebih tinggi memperbudak ras yang lebih rendah…”

Selain “Evolusi”, pada percakapan di atas juga disebutkan tentang “New Age” sebagai konsep masa depan umat manusia. di sini penulis akan sedikit menyinggung tentang hakekat “New Age” dan “New Age Movement”. Istilah ini digunakan sejak 1809 oleh William Blake yang menggambarkan era kedatangan kemajuan spiritual dan artistik. Gerakan New Age adalah gerakan spiritual Barat yang dikembangkan pada paruh kedua abad-20. Ajaran utamanya memiliki gambaran sebagai pemaduan kedua tradisi spiritual metafisik Timur dan Barat yang bertujuan untuk menciptakan spiritualitas tanpa batas atau dogma yang inklusif dan pluralistik (terbuka dan mejemuk). New Age juga menekankan bahwa pikiran, tubuh serta roh saling berkaitan, meyakini adanya suatu bentuk Monisme (realitas fundamental; mungkin itu Tuhan, jiwa atau materi) serta kesatuan seluruh alam semesta.

Menurut penulis Nevill Drury, asal-usul gerakan ini dapat ditemukan pada abad 18 dan 19, terutama melalui karya-karya esoteris Emanuel Swedenborg, Franz Mesmer, Helena Blavatsky dan George Gurdjieff, yang meletakkan beberapa prinsip filosofis dasar yang kemudian mempengaruhi gerakan ini. Beberapa elemen gerakan New Age awalnya muncul di abad-19. Seperti dalam gerakan Metafisis semacam Spiritualisme, Teosofi dan New Thought. Dan dalam gerakan pengobatan alternatif seperti Chiropractics dan Naturopati. Gerakan-gerakan ini memiliki akar di berbagai tradisi esoterik atau okultisme (ilmu gaib) Barat, seperti seni hermetik astrologi, sihir, alkimia, dan Kabbalah.

Dalam kesimpulannya, kita akan mengetahui bahwa New Age adalah semacam keyakinan yang bersifat plural dan general. Hal tersebut tergambar jelas dalam deskripsi konsep Theisme yang mendefinisikan Tuhan sebagai gagasan abstrak bersifat umum yang dapat dipahami dalam banyak cara. Sedangkan dalam konsep hubungan interpersonal, penganut gerakan New Age mengakui secara penuh kesetaraan kaum perempuan dalam segala aspek kehidupan. Dan mengakui segala jenis orientasi seksual seseorang baik heteroseksual, homoseksual (gay/lesbian) hingga biseksual. Sama halnya dalam masalah gender, apakah seseorang tersebut cisgender, transgender, atau interseksual yang semuanya ditujukan sebagai sarana pengembangan spiritual.

Puncaknya, kita akan mengetahui hakekat New Age dari konsep “Eklektisisme”nya yang menyatakan bahwa spiritualitas New Age dicirikan oleh pendekatan individu untuk praktek spiritual dan filsafat serta penolakan doktrin agama. “Eklektisisme” sendiri adalah upaya untuk melakukan pilihan serta penggabungan antara beberapa bagian dari bermacam-macam aliran dan corak dari filsafat. New Age Movement sepintas mungkin terdengar rumit, tapi inti daripada gerakan ini adalah penolakan terhadap segala jenis agama dan dogma dengan merobohkan tembok pembatas antar akidah dengan cukup memaknai hidup secara esensial saja.

Di Indonesia, gerakan seperti ini terwujud dalam beberapa pokok dogma seperti Liberalisme-Pluralisme-Sekularisme. Karena dalam asumsi mereka semua agama itu sama. Shalat itu yang penting esensinya yaitu dzikir dan ingat kepada Tuhan dan tidak perlu menggunakan ritual semacam ruku’ dan sujud. Pada konsep selanjutnya mereka juga menciptakan produk bernama “Fikih Lintas Agama” yang merupakan kajian absurd karena memaksakan adanya “Fikih” di setiap agama. Padahal jelas, Ilmu Fikih itu sendiri hanya dimiliki Islam, lantas bagaimana mungkin tercipta sebuah “lintasan” multi-agama jika terma Fikih sendiri tak pernah dikenal oleh non-Muslim?.

Baik, itulah gambaran singkat tentang New Age. Selanjutnya kita akan kembali mengulas percakapan antara Sebastian dan Erik, yaitu saat Sebastian Shaw menegaskan kepada Erik,

It’s a simple thing I ask of you. A little coin is nothing compared to a big gate.”
(Ini hanya perkara sederhana yang kuminta darimu. Koin kecil tak ada apa-apanya dibandingkan pintu gerbang yang besar).

Dalam percakapan ini Sebastian mengungkapakan kata “Big gate”. Sebuah “Gerbang Besar” yang akan mengantarkan umat manusia kepada New Age, atau lebih tepatnya New World Order dengan cara evolusi, bertarung, membunuh, dan bertahan. Ini berhubungan erat dengan adegan-adegan selanjutnya, tentang Depopulasi Penduduk, tentang pemusnahan ras manusia secara massal. Hanya saja di paragraf ini penulis ingin kembali menyoroti tentang kata “Big Gate” tersebut.

Dalam film-film Hollywood lainnya, kesan “Big Gate” sering ditampilkan dengan dua buah menara kembar. Bahkan selain lantai hitam-putih, “dua tiang” atau “menara ganda” juga terdapat di altar loji para Freemason.


“Dua tiang” yang disebut dengan Boaz and Jachin ini juga diyakini sebagai representasi dari The Gate of Solomon Temple.


Namun dalam film ini, Big Gate lebih dikesankan sebagai gerbang menuju Tata Dunia Baru, untuk membukanya seseorang harus rela berkorban dan memberikan tumbal. Tapi pengorbanan kecil tersebut tak sebanding dengan kenikmatan yang akan diraih nanti tatkala Gerbang tersebut terbuka. Dalam adegan ini, “Gate” hanya digambarkan dengan sebuah pintu kaca sederhana. Lalu, setelah Sebastian membunuh ibu Erik –sebagai tumbal– dan mampu memancing Erik mengeluarkan kemampuan mutant-nya, ia pun mengajak Erik memasuki “dunia barunya” seraya berkata,

Outstanding, Erik! So we unlock your gift with anger. Anger and pain. You and me, we’re going to have a lot of fun together.
(Luar biasa, Erik! Kita telah membuka bakatmu lewat amarah. Amarah dan rasa sakit. Kau dan aku, kita akan banyak bersenang-senang).


Jika kita telah memahami hal ini, maka film-film Hollywood lainnya pun tak jauh beda karena di balik semuanya terdapat oknum yang sama, yaitu Freemason. dan mereka hanya mengubah sedikit bentuk gerbangnya sesuai dengan alur cerita, namun semua “Gate” yang ditampilkan menuju makna yang sama; yaitu mediasi penghubung antara dua dimensi atau kehidupan.

Kembali kepada teori Darwin tentang seleksi alam, doktrin ini cukup mendapat ruang yang luas dan berhasil merekrut banyak pengikut pada akhir abad ke-19 di saat masyarakat masih terbelakang dan “mudah dibohongi”, hingga akhirnya disadari bahwa seleksi alam tidak mampu mendorong terjadinya evolusi, akhirnya para penganut Darwinisme (kaum evolusionis) memunculkan konsep “Mutasi” dalam teori mereka di abad ke-20. Mutasi adalah perubahan yang terjadi pada gen (DNA) makhluk hidup karena pengaruh luar seperti radiasi. Evolusionis menyatakan perubahan ini menyebabkan organisme berevolusi.

Akan tetapi, berbagai penemuan ilmiah menolak pernyatan ini, sebab semua mutasi yang pernah diketahui hanya menyebabkan kerugian pada makhluk hidup. Semua mutasi yang terjadi pada manusia mengakibatkan kelainan mental maupun fisik seperti Down Syndrome, tubuh pendek, atau penyakit lain seperti kanker. Dengan demikian, mutasi adalah kecelakaan genetis yang terjadi pada makhluk hidup. Sama halnya dengan segala jenis kecelakaan, mutasi hanya menyebabkan gangguan dan kerusakan. Itu artinya, evolusi melalui mutasi adalah hal yang mustahil.

Kisah X-Men sendiri adalah cerita tentang sekumpulan manusia yang terkena mutasi (Mutant). Para Mutant ini selalu menyembunyikan jati diri mereka agar terlihat normal. Namun anehnya, Mutant di sini digambarkan sebagai orang yang justru memiliki talenta dan kelebihan tersendiri, seperti dapat menghilang, memiliki telepati, dapat terbang, pengatur badai, memiliki tenaga magnet, dan seterusnya. Padahal, proses mutasi seharusnya menjadikan seorang Mutant menjadi cacat. Maka bukanlah kebetulan jika dalam film ini konsep mutasi kembali ditegaskan oleh Sebastian Shaw saat menunjukkan kemampuan mutasi Emma kepada Kolonel Hendry dalam kalimatnya,

Magnificent, isn’t she, Bob? Genetic mutation, the evolution of Human Genome.”
(Luar biasa kan? Mutasi genetik, evolusi gen manusia).


Sebastian dalam cerita ini adalah tokoh antagonis utama yang ingin mengadu-domba antara Amerika dan Rusia agar terjadi perang antar mereka. Sebastian memiliki tiga mitra loyalis, di antaranya adalah Azazel, seorang Mutant berwujud red devil karena berkulit merah dan memiliki ekor yang runcing. Hanya saja ia tak bertanduk. Kata “Azazel” sendiri, merupakan sebutan untuk Iblis dedengkotnya setan yang menolak sujud kepada Nabi Adam ‘alaihissalam. Jika kita rujuk kepada kitab-kitab tafsir –semisal karangan Imam al-Qurthuby, Ibnu Katsir dan Imam al-Thabary– kita akan mendapatkan atsar Abdullah bin Abbas yang mengatakan bahwa iblis sebelum melakukan maksiat ia bernama Azazel (عزازيل), namun ketika menolak perintah Allah, ia pun dilaknat dan disebut sebagai; iblis. Kata “iblis” secara linguistik berarti “yang terputus rahmatnya dari Allah”. Namun jika melihat indikator lainnya tentang kentalnya corak Darwinisme, penggunaan tokoh Azazel dalam film ini lebih ditujukan kepada penolakan akan penciptaan Nabi Adam itu sendiri.


Selain Azazel, Sebastian juga memiliki asisten bernama Emma. Seorang wanita Mutant yang mampu membaca dan mengkontrol pikiran orang lain (mind control) layaknya kemampuan yang dimiliki Charles Francis Xavier (Professor X). Namun yang menarik adalah, istri Charles Darwin ternyata juga bernama Emma, dan putera Charles Darwin yang menulis buku “The Life and Letters of Charles Darwin” bernama Francis. Lagi-lagi kita bertanya, Apakah ini semua kebetulan? “Charles”, “Francis”, “Emma”? Lantas apa maksud di balik semua ini?

Merujuk lagi masalah mutasi, motif seperti ini sama persis dengan cerita rekaan Hollywood lainnya, dimana proses mutasi atau musibah yang menimpa seseorang justru menjadikan mereka menjadi super hero. Seperti kisah Peter Parker yang digigit laba-laba berdampak justru bukan negatif, tapi malah memberikan kekuatan laba-laba hingga bisa menjadi Spiderman. Atau Clark Kent yang terkena radiasi Crypton bukannya cacat tapi malah menjadi Superman. Memang benar semua ini adalah kisah fiktif, tapi sekali lagi, cerita bohongan tersebut berhubungan erat dengan konsep evolusi. Dan jika modus ini diulang dan terus diulang, maka secara perlahan publik dengan sendirinya akan membenarkan konsep mutasi-evolusi tanpa disadari.

Maka jika dipahami, film X-Men ini sebenarnya disokong oleh kaum evolusionis-materialis. Dan konsep dari evolusi –sebagaimana yang dituturkan Darwin dalam bukunya “The Descent of Man”– yaitu mengajarkan bahwa manusia dan kera berasal dari satu nenek moyang yang sama. Para pengikut Darwin juga telah berusaha untuk memperkuat kebenaran pernyataan tersebut. Tetapi, walaupun telah melakukan berbagai penelitian, pernyataan “evolusi manusia” belum pernah dilandasi oleh penemuan ilmiah yang nyata khususnya di bidang fosil.

Tapi, meskipun kaum Darwinis tak pernah berhasil menyadurkan bukti ilmiah untuk membuktikan teori mereka, mereka sangat berhasil dalam satu hal; yaitu Propaganda! Mereka sangat ahli berbohong dengan menciptakan fosil palsu dengan mengkombinasikan antara tengkorak Simpanse dengan rahang manusia. Mereka adalah orang-orang yang ahli berkonspirasi dengan menciptakan “Pohon Evolusi Manusia” yang menggambarkan penjelmaan manusia dari kera. Dan mereka tidak hanya licik berdusta, namun juga mampu menjejali pikiran kaum cendikia dengan ideologi ini melalui institusi pendidikan dan kurikulum sekolahan.


Manipulasi gambar dan fosil hingga sekarang masih menjadi trade-mark Darwinisme. Dalam film ini, unsur tersebut ditampakkan secara jelas dalam ruang belajar Charles Xavier. Dimana Xavier berperan sebagai profesor muda dalam bidang genetik dari Universitas Oxford, sebuah Universitas kawakan dunia tempat melahirkan kaum intelek. Hanya saja yang ingin ditegaskan dalam film ini, bahwa Xavier adalah seorang Darwinis, dan teori Darwinisme adalah konsep ilmiah yang diakui kaum saintis terpelajar.

Roger Morneau, salah seorang mantan anggota perkumpulan rahasia penyembah setan dalam sebuah wawancara eksklusif –yang kemudian rekaman videonya diadopsi The Arrivals part-31 (The Great Deception)– membeberkan sebuah fakta mengejutkan terkait agenda yang dicanangkan secret society tersebut dalam upaya menghilangkan keyakinan terhadap Tuhan melewati teori evolusi. Roger dalam wawancara tersebut berujar, “…To destroy the bible without burning it through the theory of evolution.” (Memusnahkan bibel tanpa membakarnya yaitu dengan memperkenalkan teori evolusi manusia). Bibel sesat yang telah diselewengkan itu saja hendak diberangus ajarannya, bagaimana dengan Al-Qur’an yang masih orisinil serta di dalamnya terdapat hidayah dan hikmah? Tentu saja “penanggulangannya” akan lebih ekstra.

Roger kemudian menegaskan bahwa setan secara langsung mengajari Darwin perihal teori ini, seraya berkata, “Satan taught Charles Darwin personally in setting up the principles of the theory of evolution.” (Setan telah mengajari Charles Darwin secara langsung dalam membangun prinsip teori evolusi). Lalu ia mengukuhkan, bahwa setiap orang yang mengajarkan teori ini akan mendapat “hadiah” istimewa dari setan sendiri, “Anyone teaching the theory of evolution is considered to be a minister of that great religious system.” (Siapa saja yang mengajarkan teori evolusi ini, dianggap sebagai seorang menteri dalam sistem “agama” ini).


Kemudian untuk lebih detailnya, lihatlah materi yang dipelajari Charles Xavier serta cermatilah adegan saat Xavier membaca buku bahan thesisnya tersebut. Ia membaca,

To Homo neanderthalensis, his mutant cousin Homo sapiens, was an aberration. Peaceful co-habitation, if ever it existed, was short lived. Records show, without exception that the arrival of the mutated human species in any region was followed by the immediate extinction of their less evolved kin.

(Bagi species Hominian, sepupunya yang bermutasi, Homo Sapiens (manusia) adalah penyimpangan. Kehidupan damai bersama di antara keduanya, jika pernah ada, hanya berlangsung singkat. Catatan sejarah, tanpa terkecuali, menunjukkan kehadiran spesis manusia yang bermutasi di wilayah manapun akan diikuti dengan kepunahan spesis kerabat terakhir yang berevolusi).

Isi buku Xavier tersebut mengingatkan kita pada “pelajaran” tentang manusia purba yang ditemukan fosilnya di Mojokerto dan dinamakan “Pithecanthropus Erectus” atau sering disebut juga dengan “Homo Erectus”. Hingga di kemudian hari ditemukan tengkorak yang mirip dengannya di dekat desa Ngandong, yang juga terletak di lembah Bengawan Solo hingga dinamakan sebagai“Homo Soloensis”. Homo Erectus dan Homo Soloensis digambarkan sebagai manusia purba dengan peradaban primitif, kolot dan berfisik setengah kera. Padahal, dalam Al-Qur’an satu-satunya manusia kera adalah bangsa Yahudi yang melanggar perintah Allah kemudian dikutuk menjadi kera sebagai hukuman di dunia. Dan tentunya, mereka tidak berkembang-biak juga tidak mewariskan ke-Kera-annya kepada orang lain. (Lihat; al-Baqarah ayat 65, al-Maidah ayat 60 dan al-A’raf ayat 166).

Kajian “manusia purba” yang sama sekali tidak ilmiah tersebut menandakan bahwa Darwinisme telah mengakar kuat di bumi Nusantara sejak puluhan tahun silam. Dan ini bertentangan langsung dengan konsep dasar penciptaan manusia yang memiliki asal-usul dari Nabi Adam ‘alaihissalam.karena Nabi Adam semenjak diciptakan langsung diperkenalkan Allah dengan kosa-kata yang bahkan para Malaikat pun tidak tahu. Nabi Adam beserta Siti Hawa semenjak di Surga telah mengenal pakaian dan turun ke bumi pun dalam keadaan berpakaian. Keturunan pertama Nabi Adam, Qabil adalah seorang petani, dan Habil adalah penggembala. Yang artinya, mereka telah mengenal cocok-tanam dan ternak hewan. Manusia diciptakan dalam kondisi sempurna, berilmu, beradab dan bertuhan. Hingga zaman terus berjalan maka Bani Adam pun kian berkembang secara ilmu dan peradaban, bukan secara evolusi fisik ala Darwin.

Sejauh ini kita mampu membaca kemana arah film ini, dan dapat dipastikan bahwa aroma Darwinisme sangat kental dipaparkan dalam setiap adegannya. Lantas kemana ujung pangkal Darwinisme? Tidak lain semua akan berhenti pada “stasiun kemusyrikan” yang menyatakan bahwa dunia ini tidak diciptakan, melainkan terwujud dengan sendirinya. Tiada pencipta, yang ada hanyalah kebetulan semata. Oleh karenanya dapat kita terka dengan mudah apa maksud perkataan Erik dalam adegannya ketika mencari Sebastian Shaw,

I’m looking for my creator.
(Aku tengah mencari penciptaku)

Memang benar dalam cerita ini Erik “dibesarkan” oleh Sebastian. Kekuatan, kemampuan serta talenta mutasinya dikembangkan dan dibina oleh Sebastian. Itu sebabnya Erik menyebutnya sebagai “creator”. Hanya saja kata “looking for Creator” di sini lebih ditujukan sebagai cemoohan sinis dari kaum Darwinis untuk menyatakan bahwa Dzat Pencipta dan konsep penciptaan tidak pernah ada dalam kamus Darwinisme. Wallahu a’lam.


Dari pemaparan di atas akhirnya diketahui alasan sang sutradara memajang foto Darwin di kamar Xavier. Begitu juga dengan penamaan”Azazel”, “Charles”, “Francis” dan “Emma” menegaskan bahwa itu semua bukan “murni cerita” namun ada maksud di balik semuanya. Dalam film ini juga terdapat seorang tokoh Mutant bernama “Darwin” yang mampu memiliki insang dan merubah kulitnya menjadi batu. Hanya saja dia bukanlah pemeran utama sehingga tidak banyak diceritakan.


Setelah semua ini apakah kita masih menganggap ini semua sebagai “kebetulan” semata? Tentu saja tidak. Kita juga sadar, bahwa kemungkinan besar alasan sang sutradara menamakan tokoh pada film ini dengan nama-nama keluarga Charles Darwin, tidak lain sebagai penghormatan terhadap Darwin sekaligus ideologi materialis yang merupakan kredo bersama bagi kaum anti-Tuhan.

Bersambung Insya Allah…

Oleh:
Musa Yusuf (YM & FB: yusuf_677@yahoo.com)

[sumber]

Peringatan Hari Lahirnya Dewa Matahari

Dalam bukunya THE PLAIN TRU...TH ABOUT CHRISTMAS, Herbert W. Armstrong seorang Pastur Worldwide Church of God yang berkedudukan di Amerika Serikat dan juga sebagai kepala editor majalah Kristen "Plain Truth" yang bertiras sekitar 8 juta eksemplar tiap bulan mengungkap seluruh kebohongan tentang asal usul Natal yang tidak lain dan tidak bukan hanya merupakan sebuah "DAGELAN" kaum Murtadin yang berasal dari peringatan hari lahirnya Dewa Matahari lalu entah siapa yang memulainya telah dijadikan menjadi tanggal lahirnya "yesus" dan perayaan Natal. Belum lagi ditambah berbagai pernik yang tidak masuk akal disekitar "Natal" (Piet hitam, Santa Claus, Salju), sebenarnya sudah bisa menjelaskan atas perayaan DAGELAN tersebut.

Misteri 25 Desember
Para Teolog yang berpikir kritis dan ilmiah, secara jujur mengakui 25 Desember bukan hari lahirnya Yesus. Tabloid Victorius edisi Natal tahun lalu mengungkapkan keheranannya soal Natal yang misterius: “Entah kapan dan siapa tokoh pencetus hari Natal, hingga sekarang masih dicermati.Dan apa benar tanggal 25 Desember itu adalah hari kelahiran Yesus? Ini masih misterius”.

Dr. J.L. Ch. Abineno menambahkan: “Gereja-gereja merayakan Natal pada tanggal 25 Desember. Kebiasaan ini baru dimulai dalam abad ke-4. Sebelum itu Gereja tidak kenal perayaan Natal. Gereja tidak tahu pasti kapan –pada hari dan tahun keberapa– Yesus dilahirkan. Kitab-kitab Injil tidak memuat data-data soal itu. Dalam Lukas pasal 2 dikatakan bahwa pada waktu Yesus dilahirkan, gembala-gembala sedang berada di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam (ayat 8). Itu berarti Yesus dilahirkan antara bulan Maret atau April dan November” (Buku Katekisasi Perjanjian Baru, hal. 14).

Misteri 25 Desember dan kontroversi Natal, asal-usulnya masih diperdebatkan tak ada ujung pangkalnya. Tidak heran jika sebagian kalangan Kristen ada yang merayakan Natal pada 6 Januari, atau 25 Maret, atau 19 April. Bahkan Kristen Advent tidak merayakan Natal sama sekali.

Asal-usul Natal
Akar perayaan Natal berasal dari kebudayaan bangsa Romawi. Orang Romawi sekitar abad ke-10 hingga 7 sebelum Yesus lahir (sebelum Masehi) mengenal hari lahirnya Dewa Matahari yang diperingati tiap 25 Desember dengan sebutan ‘Saturnalia’. Hari itu dianggap sebagai ‘The Winter Saltice’, saat mana matahari berada di titik yang paling jauh dari katulistiwa.

Saat matahari memperpanjang kekuatan untuk naik dalam titik balik perjalanan tahun. Saat itulah beberapa daerah di Eropa menjadi siang sepanjang hari tanpa mengalami datangnya malam. Itu pas tanggal 25 Desember. Pada proses itulah perayaan Saturnalia dirayakan dengan pesta pora, hura-hura, mabuk-mabukan, dan berbagai ritual amoral. Mereka menganggap bahwa ini adalah keajaiban alam yang dapat dibuat sang matahari. Itu sebabnya matahari dipuja sebagai Dewa Matahari.

Diadopsi Gereja
Ketika Byzantium berkuasa, kaisar Konstantinus Agung mengkonversi Kristen sebagai agama negara. Banyak gereja didirikan dan semua penduduk di daerah kekuasaan Romawi disuruh masuk Kristen. Maka terjadilah proses Sinkretisme antara agama lama dengan agama Kristen. Gereja mengadopsi kebudayaan masyarakat dengan harapan agar pengikutnya tetap jadi Kristen.

Itu sebabnya pada 355 M, Liberius, Bishop Katolik, memproklamirkan tanggal 25 Desember yang tadinya diperingati sebagai lahirnya Dewa Matahari, mulai saat itu diubah jadi peringatan hari lahirnya Yesus Kristus. Liberius mengaitkan perayaan Saturnalia dengan Yesus sendiri. Dia mendasarkan keputusannya atas keyakinan bahwa Yesus Kristus adalah Sang Dewa Matahari itu. Maka disimpulkan bahwa Yesus adalah sumber segala terang. Bahkan tertulis dalam Injil bahwa Yesus mengaku: “Aku adalah Terang Dunia”.
Dengan demikian, jelaslah bahwa peringatan Natal Yesus Kristus 25 Desember itu bukan ajaran Yesus, tik ada dalam kitab suci, hanya meniru ajaran agama kafir sebelumnya.

Natal Sang Immanuel
Salah satu ayat yang sering dijadikan motto dalam peringatan Natal adalah Injil Matius 1:23 “Sesungguhnya anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan dia Immanuel, yang berarti: Allah menyertai kita”.

Ayat tersebut menubuatkan bahwa bayi yang dikandung Maria itu nantinya akan diberi nama Immanuel. Padahal, selama hidupnya Yesus tidak pernah dipanggil Immanuel. Bahkan pada hidupnya pun Yesus tidak mengatakan Immanuel (Allah menyertai kita). Menurut cerita Bibel, ketika menghembuskan nafas terakhir di tiang salib Yesus justru berteriak: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku ? (lihat Injil Matius 27:46).

Kelahiran Yesus versi Al Quran
Al Quran memberikan isyarat kelahiran Nabi Isa di Palestina sebagai berikut:
“Goyang-goyangkanlah pohon kurma itu, niscaya pohon itu akan menjatuhkan buahnya yang masak untukmu” (Qs. Maryam 25). Ayat tersebut mengisyaratkan bahwa Nabi Isa lahir pada musim buah korma. Di Palestina, buah korma bisa masak ketika musim kemarau, yaitu sekitar bulan Agustus sampai dengan awal September. Mustahil Nabi Isa lahir bulan Desember, karena bulan Desember adalah musim dingin yang tidak akan membuahkan musim buah korma masak. Maka jika ada umat Islam yang turut merayakan Natal atau mengucapkan selamat Natal atas kelahiran Yesus, berarti dia mengingkari Al Quran surat Maryam 25. 

(dari berbagai sumber) Oleh : Derwan Syah

Mr.Jacques Yves Costeau: Masuk Islam Setelah Temukan Mukjizat Sungai di dalam Laut


Maha Suci Allah yang Maha Menciptakan Sungai dalam Laut.

“Akan Kami perlihatkan secepatnya kepada mereka kelak, bukti-bukti kebenaran Kami di segenap penjuru dunia ini dan pada diri mereka sendiri, sampai terang kepada mereka, bahwa al-Quran ini suatu kebenaran. Belumkah cukup bahwa Tuhan engkau itu menyaksikan segala sesuatu” (QS Fushshilat 53).

“Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan) ; yang ini tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi” (QS Al Furqan 53).

“Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing" (QS Ar-Rahman 19-20).

Jika Anda termasuk orang yang gemar menonton rancangan TV `Discovery’ pasti kenal Mr.Jacques Yves Costeau , ia seorang ahli oceanografer dan ahli selam terkemuka dari Perancis. Orang tua yang berambut putih ini sepanjang hidupnya menyelam ke perbagai dasar samudera di seantero dunia dan membuat filem dokumentari tentang keindahan alam dasar laut untuk ditonton di seluruh dunia.

PADA suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi di bawah laut, tiba-tiba ia menemui beberapa kumpulan mata air tawar-segar yang sangat sedap rasanya kerana tidak bercampur/tidak melebur dengan air laut yang masin di sekelilingnya, seolah-olah ada dinding atau membran yang membatasi keduanya. 

Fenomena ganjil itu memeningkan Mr. Costeau dan mendorongnya untuk mencari penyebab terpisahnya air tawar dari air masin di tengah-tengah lautan. Ia mulai berfikir, jangan-jangan itu hanya halusinansi atau khalayan sewaktu menyelam. Waktu pun terus berlalu setelah kejadian tersebut, namun ia tak kunjung mendapatkan jawapan yang memuaskan tentang fenomena ganjil tersebut.


Sampai pada suatu hari ia bertemu dengan seorang profesor Muslim, kemudian ia pun menceritakan fenomena ganjil itu. Profesor itu teringat pada ayat Al Quran tentang bertemunya dua lautan (surat Ar-Rahman ayat 19-20) yang sering diidentikkan dengan Terusan Suez. Ayat itu berbunyi “Marajal bahraini yaltaqiyaan, bainahumaa barzakhun laa yabghiyaan.. .”Artinya: “Dia biarkan dua lautan bertemu, di antara keduanya ada batas yang tidak boleh ditembus.”

Kemudian dibacakan surat Al Furqan ayat 53 di atas.

Selain itu, dalam beberapa kitab tafsir, ayat tentang bertemunya dua lautan tapi tak bercampur airnya diartikan sebagai lokasi muara sungai, di mana terjadi pertemuan antara air tawar dari sungai dan air masin dari laut. Namun tafsir itu tidak menjelaskan ayat berikutnya dari surat Ar-Rahman ayat 22 yang berbunyi “Yakhruju minhuma lu’lu`u wal marjaan” artinya “Keluar dari keduanya mutiara dan marjan.” Padahal di muara sungai tidak ditemukan mutiara.


Terpesonalah Mr. Costeau mendengar ayat-ayat Al Qur’an itu, melebihi kekagumannya melihat keajaiban pemandangan yang pernah dilihatnya di lautan yang dalam. Al Qur’an ini mustahil disusun oleh Muhammad yang hidup di abad ke tujuh, suatu zaman saat belum ada peralatan selam yang canggih untuk mencapai lokasi yang jauh terpencil di kedalaman samudera. Benar-benar suatu mukjizat, berita tentang fenomena ganjil 14 abad yang silam akhirnya terbukti pada abad 20. Mr. Costeau pun berkata bahwa Al Qur’an memang sesungguhnya kitab suci yang berisi firman Allah, yang seluruh kandungannya mutlak benar. Dengan seketika dia pun memeluk Islam.

“Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan) ; yang ini tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” (Q.S Al Furqan:53)

Allahu Akbar…! Mr. Costeau mendapat hidayah melalui fenomena teknologi kelautan. Maha Benar Allah yang Maha Agung. Shadaqallahu Al `Azhim.Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sesungguhnya hati manusia akan berkarat sebagaimana besi yang dikaratkan oleh air.” Bila seorang bertanya, “Apakah caranya untuk menjadikan hati-hati ini bersih kembali?” Rasulullah s.a.w. bersabda, “Selalulah ingat mati dan membaca Al Quran.”

...Mr. Costeau mendapat hidayah melalui fenomena teknologi kelautan. Maha Benar Allah yang Maha Agung...

credit : voa-islam.com

Misteri & Sejarah Batu Hajar Aswad dan Kota Mekkah

Neil Amstrong telah membuktikan bahwa kota Mekah adalah pusat dari planet Bumi. Fakta ini telah di diteliti melalui sebuah penelitian Ilmiah.

Ketika Neil Amstrong untuk pertama kalinya melakukan perjalanan ke luar angkasa dan mengambil gambar planet Bumi, di berkata : “Planet Bumi ternyata menggantung di area yang sangat gelap, siapa yang menggantungnya ?.”

Para astronot telah menemukan bahwa planet Bumi itu mengeluarkan semacam radiasi, secara resmi mereka mengumumkannya di Internet, tetapi sayang nya 21 hari kemudian website tersebut raib yang sepertinya ada alasan tersembunyi dibalik penghapusan website tersebut.

Setelah melakukan penelitian lebih lanjut, ternyata radiasi tersebut berpusat di kota Mekah, tepatnya berasal dari Ka’Bah. Yang mengejutkan adalah radiasi tersebut bersifat infinite ( tidak berujung ), hal ini terbuktikan ketika mereka mengambil foto planet Mars, radiasi tersebut masih berlanjut terus. Para peneliti Muslim mempercayai bahwa radiasi ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Ka’Bah di di planet Bumi dengan Ka’bah di alam akhirat.

Di tengah-tengah antara kutub utara dan kutub selatan, ada suatu area yang bernama ‘Zero Magnetism Area’, artinya adalah apabila kita mengeluarkan kompas di area tersebut, maka jarum kompas tersebut tidak akan bergerak sama sekali karena daya tarik yang sama besarnya antara kedua kutub. Itulah sebabnya jika seseorang tinggal di Mekah, maka ia akan hidup lebih lama, lebih sehat, dan tidak banyak dipengaruhi oleh banyak kekuatan gravitasi. Oleh sebab itu lah ketika kita mengelilingi Ka’Bah, maka seakan-akan diri kita di-charged ulang oleh suatu energi misterius dan ini adalah fakta yang telah dibuktikan secara ilmiah.

Penelitian lainnya mengungkapkan bahwa Batu Hajar Aswad merupakan batu tertua di dunia dan juga bisa mengambang di air. Di sebuah musium di negara Inggris, ada tiga buah potongan batu tersebut ( dari Ka’Bah ) dan pihak musium juga mengatakan bahwa bongkahan batu-batu tersebut bukan berasal dari sistem tata surya kita.

Apa Itu Batu Hajar Aswad?

Nama Hajar Aswad sendiri kalau diartikan kedalam bahasa Indonesia adalah batu hitam. Hajar Aswad diletakkan di sudut timur Ka’bah. Mengenai asal usul keberadaan Hajar Aswad banyak berselisih pendapat apakah sudah ada dari zaman Nabi Adam atau baru muncul di zaman Nabi Ibrahim.

Kalau menurut saya sih batu tersebut pertama kali ditemukan oleh Nabi Ismail dan diletakkan oleh Nabi Ibrahim ketika mereka membangun ka’bah (terserah mau ikutan aliran yang mana, masing-masing ada referensi).

Keunikan dari batu Hajar Aswad adalah aromanya yang khas dan awet bahkan semenjak diturunkannya.

Batu tersebut berasal dari surga dan konon dulunya batu tersebut berwarna putih dan terang benderang, namun karena sering dipegangi oleh orang yang berdosa batu tersebut lama-kelamaan menjadi hitam legam seperti saat ini.

Berdasarkan hadist Rasulullah SAW

“Hajar Aswad turun dari surga padahal batu tersebut begitu putih lebih putih dari susu. Dosa manusialah yang membuat batu tersebut menjadi hitam (HR. Tirmidzi no. 877, shahih menurut syaikh Al Albani).

Alasan dan Fungsi di Balik Hajar Aswad

Sebagaimana yang kita ketahui bahwa fungsi dari Hajar Aswad adalah sebagai penanda bagi umat manusia untuk berkumpul dan bagian yang tidak bisa dipisahkan dari Ka’bah. Setelah Nabi Ibrahim mendapatkan batu tersebut, beliau menciumnya diikuti oleh anaknya Ismail. Kejadian inilah mengapa sekarang banyak kaum muslimin mencium Hajar Aswad dan memang menciumnya adalah suatu hal yang disunahkan.

Setelah Ka’bah sudah dibangun kemudian Allah memerintahkan beliau untuk memberitahukan kepada seluruh umat manusia bahwa diwajibkannya melakukan ziarah ke Ka’bah. Dari wahyu tersebutlah yang kemudian munculnya ibadah Haji.

Ka’bah berdasarkan penelitian oleh para ahli diyakini dibangun di tahun 2130 sebelum masehi dan dinobatkan sebagai masjid pertama dan tertua di dunia dalam sejarah umat manusia.

Berdasarkan fungsinya sudah kita jelaskan sebelumnya bahwa Hajar Aswad hanya bagian dari Ka’bah dan sebagai penanda saja. Batu tersebut bukanlah sesembahan sebagaimana klaim orang kafir dan orang liberal.

Di dalam Al’quran Allah sudah menegaskan tentang ka’bah sendiri yaitu:

Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. (QS. Ali Imran : 96).

Dan dari mana saja kamu , maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, maka palingkanlah wajahmu ke arahnya, agar tidak ada hujjah bagi manusia atas kamu, kecuali orang-orang yang zalim diantara mereka. (QS. Al-Baqarah : 150).

Berdasarkan riwayat juga tentang Umar bin Khatab ketika berkata “Aku tahu, sesungguhnya kamu cuma batu biasa. Andaikan aku tidak melihat Rasulullah S.A.W menciummu, sudah tentu aku tidak akan menciumnya.”

Sejarah Batu Hajar Aswad

Semenjak munculnya Hajar Aswad puluhan ribu tahun yang lalu, terdapat banyak kisah-kisah yang berhubungan dengan batu tersebut. Dari yang pernah dirampok sampai kisah Rasulullah SAW tentang siapa yang berhak untuk meletakkan batu tersebut.


Ketika Rasulullah belum diangkat sebagai nabi diusianya yang 30 tahun, ada banjir besar melanda Mekkah dan  Masjidil Haram. Karena khawatir akan meruntuhkan ka’bah, kaum quraisy melakukan renovasi besar-besaran terhadap bangunan tersebut.

Ka’bah kemudian dirobohkan dan dibangun mulai dari dasar. Rasulullah sendiri ikut turun tangan dalam pembangunan tersebut.

Untuk dananya mereka mengumpulkannya dari masyarakat sekitar dan hanya mau menerima harta yang baik-baik saja, mereka tidak mau harta dari para pelacur dan hasil judi.

Setelah pembangunan hampir selesai dan sampai dibagian peletakkan Hajar Aswad, perselisihan mulai terjadi diantara mereka selama 5 hari tentang siapa yang lebih pantas untuk meletakkan batu tersebut ke tempat semula.

Akhirnya mereka sepakat bahwa yang meletakkan pertama kali adalah siapa yang pertama kali masuk dari pintu masjid. Ternyata Rasulullah orangnya.

Rasulullah memiliki cara supaya semua orang bisa terlibat untuk meletakkan batu. Caranya beliau mengambil selendang dan meletakkan Hajar Aswad ditengah-tengah selendang tersebut. Kemudian beliau menyuruh setiap kabilah untuk memegang ujung-ujung dari kain tersebut dan bersama-sama untuk membawa batu tersebut ke tempatnya.

Dirampoknya Batu Hajar Aswad

Pelaku yang melakukannya adalah Abu Tahir, tepatnya 317 H. Pada tahun tersebut Abu Tahir beserta pasukannya melakukan penjarahan terhadap penduduk Masjidil Haram dan mencongkel Hajar Aswad dari tempatnya (wah keterlaluan nih, kalau masih hidup sudah didemo 1 milyar penduduk muslim tuh).

Semua daya dan upaya dikerahkan untuk mengambil Batu tersebut dari tangan sang perampok tersebut, mulai diiming-iming harta dari Amir Mekah dan keluarganya tapi kayaknya keyakinannya si Abu Tahir kuat

22 tahun kemudian tepatnya tahun 339 H Hajar Aswad kemudian dikembalikan ke Mekkah.

Perbuatan terkutuk Abu Thahir tersebut digambarkan oleh Ibnu Katsir sebagaimana  beliau mengatakan “Dia telah melakukan ilhad (kekufuran) di Masjidil Haram, yang tidak pernah dilakukan oleh orang sebelumnya dan orang sesudahnya”. [Al Bidayah wan Nihayah, 11/191. Di halaman 190-192].

Pecahnya Batu Hajar Aswad


Setelah batu Hajar Aswad dikembalikan ketempat semula, keadaannya masih belum aman. Di tahun 363 H datang orang romawi ke Mekkah dengan membawa cangkul. Dia cangkul Hajar Aswad hingga berbekas, untungnya belum pecah. Perbuatannya tersebut dihentikan oleh seseorang dari Yaman.

Niatan untuk merusak Hajar Aswad belum sampai situ saja. Kemudian di tahun 413 H datang seseorang dari Bani Fatimiyah bernama Hakim al Abidi membawa pedang dan pahat dengan tujuan menghancurkan batu tersebut karena mengira batu tersebut disembah oleh orang-orang. Dipukulkannya Hajar Aswad tiga kali sampai pecah berjatuhan.

Di tahun 990 H pangeran Nashim menikam seseorang dengan belati karena orang tersebut membawa kapak dan memukulkannya pada Hajar Aswad.

Lalu yang terakhir pada tahun 1351 H pecahan dari batu Hajar Aswad beserta Kiswah dan potongan perak diambil oleh seseorang yang berasal dari Afganistan, akhirnya ketahuan dan dihukum mati.

Kontroversi Peneliti Tentang Batu Hajar Aswad


Sebagaimana yang kita ketahui sebelumnya bahwa Hajar Aswad adalah batu yang diturunkan dari surga, namun banyak peneliti yang membantah hal tersebut dengan tesis dan opini mereka sendiri.

Di tahun 1857 sebagaimana dikutip dalam laman Wikipedia, Paul Partsch seorang peneliti dari kekaisaran Austria-Hungaria telah menerbitkan karya ilmiahnya bahwa bahan Hajar Aswad dari batu meteorit.

kemudian di tahun 1974, malahan yang paling lucu Robert Dietz dan juga  John McHone beranggapan bahwa batu Hajar Aswaed adalah sejenis dari batu akik berdasarkan ciri-ciri dan laporan dari ahli geologi dari Arab.

Terakhir pada tahun 1980, peneliti dari University of Copenhagen, Elsebeth Thomson berhipotesis bahwa Hajar Aswad terbuat dari fragmen kaca ataupun impactite.


Namun semua anggapan tersebut dibantahkan karena berdasarkan riwayat yang shahih bahwa batu tersebut bisa mengapung di dalam air. Riwayat tersebut benar karena bahan dari meteorit mudah tenggelam jika dimasukkan ke dalam air.

Masih banyak lagi pihak luar yang beranggapan bahwa Hajar Aswad adalah batu meteor (kurang kerjaan aja nih mereka). Kita sebagai muslim jangan terperdaya dengan anggapan mereka karena sudah jelas bahwa batu Hajar Aswad berasal dari surga berdasarkan hadist Rasulullah SAW.

Sejarah Batu Hajar Aswad di Mekkah Secara Lengkap Dengan Ceritanya

Demikian sejarah batu hajar aswad semoga bisa memberikan wawasan.

Misteri Insiden Penampakan UFO di Roswell New Mexico

Roswell incident terjadi di dekat kota Roswell, New Mexico, pada 7 Juli 1947, yang menjadi peristiwa yang sering dibicarakan dan penuh spekulasi, rumor, dan pertanyaan. Insiden Roswell merupakan salah satu insiden UFO yang paling terkenal, karena mempunya banyak saksi.

Tetapi peristiwa tsb di cover oleh pihak militer kalau itu hanya water baloon yang jatuh, yang digunakan untuk mengukur cuaca. Kemudian baru lah terungkap bahwa tampaknya pihak militer berusaha keras menutup-nutupi peristiwa tersebut dan mengintimidasi para saksi, pada tahun 1978, oleh ufologist Stanton T. Friedman, yang telah mewawancarai Major Jesse Marcel.


Pada July 8, 1947, the Roswell Army Air Field (RAAF) mengeluarkan issue yang mengatakan bahwa personil dari 509th Bomb Group telah menemukan sebuah “Fyling Disc yang terjatuh di peternakan dekat Roswell, yang menarik minat Media. Di hari yang sama, the Commanding General of the Eighth Air Force mengatakan bahwa, sebenernya yang ditemukan oleh personil tsb hanyalah sebuah Balon cuaca (Wheather Baloon). Kemudian Kasus tsb dengan cepat mulai dilupakan hampir sama sekali, bahkan oleh peneliti UFO sekalipun, selama 30 Tahun. Kemudian, pada tahun 1978, ufologist Stanton T. Friedman mewawancarai Major Jesse Marcel, yang terlibat dalam Insiden tersebut di tahun 1947. Marcel percaya bahwa pihak militer telah meng-cover up (menghilangkan) penemuan Alien spacedraft. Pada February 1980, Media nasional mewawancarai Marcel, dan seluruh dunia menaruh perhatian kepada insiden Roswell.

Sepanjang tahun, semakin banyak saksi mengenai insiden tsb. Saksi2 yang termakan issue pihak militer dan mengira yang terjatuh di tahun 1947 adalah weather ballon, mulai bermunculan. Mereka menambah detail2 yang signifikan, termasuk pengklaiman oleh pihak militer daerah tmp insiden berada untuk memperbaiki UFO dan merawat Alien, yang terdiri dari 11 tempat kecelakaan. Pada tahun 1989, mantan pengurus mayat, Glenn Dennis memberikan detail, dia mengklaim bahwa autopsi terhadap Alien di lakukan di Roswell Base.

Dalam merespon terhadap berbagai laporan, dan atas permintaan kongres, the General Accounting Office mengirim permintaan dan perintah langsung ke kantor the Secretary of the Air Force untuk membentuk internal investigation team. Hasilnya dirangkum ke dalam 2 laporan. Yang pertama, diumumkan pada tahun 1995, dilaporkan bahwa bahan2 material yang tidak dikenal yang ditemukan pada tahun 1947 adalah merupakan sisa-sisa dari program rahasia pemerintah yang bernama “Project Mogul”. Laporan kedua, dikeluarkan pada tahun 1997, menyatakan bahwa penemuan aliean meruapakan kombinasi dari memori-memori insiden militer yang melibatkan personil yang terbunuh atau terluka. Jadi intinya, itu hanya halusinasi dari beberapa personil atau saksi yang terganggu secara psychologist, dan menganggap penemuan alien adalah rumor belaka, meskipun peneliti alien tetap yakin bahwa yang ditemukan adalah Alien.


1. Selasa, 1 Juli 1947
  • Sebuah Objek asing terdeteksi oleh radar di Roswell, New Mexico, WHite Sands dan Alamogordo. Benda itu mempunyai kecepatan yang mengagumkan dan pergerakan yang tidak biasa, yang mengindikasikan bahwa benda tersebut adalah sebuah pesawat atau meteor.
2. Rabu, 2 Juli 1947
  • Sebuah objek oval ditemukan oleh Mr. dan Mrs. Dan Wilmot yang terbang melewati rumah mereka di Roswell, New Mexico.
3. Kamis, 3 Juli 1947
  • Seorang operator radar, Steve Mackenzie, dikirim ke White Sands untuk menelusuri objek tsb 24 jam.
4. Jumat, 4 July 1947
  • Petugas setempat Robert thomas dan sebuah team dari Washinton telah tiba di Roswell untuk melaksanakan operasi pelacakan.
  • Beberapa kesaksian pada hari itu:
  • Mac Brazel mendengar suara ledakan yang sangat keras
  • William Woody dan ayahnya mengamati sebuah objek yang terbakar yang jatuh ke bumi di utara Roswell
  • Jim Ragsdale dan Trudy Truelove melihat sebuah cahaya yang menyilaukan yang jatuh dekat perkemahan mereka
  • Objek yang terdeteksi di radar kemudian tiba2 menghilang dalam waktu 3 hari. Tim yang ditugaskan mulai menuju ke tempat kecelakaan untuk melakukan penelitian.
5. Sabtu, 5 Juli 1947


  • Peternak domba mencari sisa2 dari kecelakaan tsb tetapi tidak melaporkan nya sampai bertahun2 berikutnya.
  • Sebuah grup dari para arkeolog juga berusaha mencara objek tsb. Sherrif George Wilcox berpikir itu adalah kecelakaan sebuah pesawat. Kemudian Wilcox melaporkan ke department pemadam kebakaran setempat.
  • Sebuah team khusus yang tidak diketahui tiba di lokasi kecelakaan, mengambil nama pendudduk yang hadir di lokasi tsb dan mengantar mereka menjauhi lokasi. Lokasi tsb di bersihkan dan di amankan dalam waktu 6 jam dan 5 jasad di pindahkan.
  • Mac Brazel menemukan sebuah sisa2 pesawat aneh di halaman rumah dia. Sisa-sisa tsb mengandung bahan foil yang aneh, Balsawood yang seperti laser, dan beberapa bahan material aneh lainnya. Tidak ada satu pun dari domba2 Brazel yang mau mendekati sisa2 tsb.
  • Lydia Sleppy, seorang reporter untuk KSWS mencoba untuk melaporkan laporan spekulasi tentang kecelakaan tsb. Namun, laporan dia kemudian di cegah oleh badan FBI dengan memblok jalur komunikasi dia.
  • Melvin Brown yang merupakan penjaga keamanan mengantar sebuah jasad yang di klaim memiliki badan yang kecil dengan kepala yang besar dan kulit makhluk tsb berwarna orange atau kuning.
  • Glenn Dennis yang bertugas sebagai petugas pengurus jenasah di mintai keterangan yg berhubungan dengan bagaimana mengawetkan mayat, membuat peti mayat kecil, dan bagaimana memperlakukan jasad yang telah terbakar oleh sinar matahari. Dennis kemudian dipanggil ke pangkalan Roswell untuk merawat seorang pilot yang terluka dan disana dia melihat beberapa ambulan dan beberapa sisa2 pesawat. Dennis kemudian diancam oleh 2 petugas untuk tidak menceritakan apa pun yg dia lihat.
  • Mac Brazel kembali ke lokasi sisa2 pesawat di dekat rumah dia dan mengambil beberapa dan membawanya ke tetangga nya, Flyod dan Loretta Proctor. Mereka menyarankan melapor ke Sherrif.
6. Minggu, 6 Juli 1947



  • Brazel berkendara 75 mil menuju kota Roswell dan menunjukan beberapa sisa2 pesawat ke sheriff Wilcox yg kemudian menghubungi pihak militer. Wilcox juga kemudian mengirim 2 deputinya ke peternakan.
  • William Woody dan ayahnya mencoba untuk mendekati lokasi dimana mereka melihat objek aneh terjatuh. Tetapi mereka dihentikan oleh tentara kelas berat yang melarang mereka utk memasuki lokasi tsb.
  • Kolonel William Blanchard, petugas 509th Bomb Group, mengirim Jesse A. Marcel ke kantor sheriff untuk menyelidiki sisa2 yang dilaporkan oleh Brazel. Marcel bertemu dengan Brazel dan setelah melihat sisa2 tsb memutuskan untuk pergi ke lokasi sisa2 tsb. Dia ditemani oleh Kapten Sheridan Cavitt dan Mac Brazel, yang kemudian menyuruh sheriff menyegel semua sisa2 tsb dan menerbangkannya ke Fort Worth Army Air field yang akan diterima oleh kolonel Thomas DuBose.
  • Marcel dan Cavitt tiba terlalu malam untuk melihat sisa2 tsb, sehingga mereka memutuskan utk menginap di kediaman Brazel. Mereka juga melihat beberapa sisa2 yang Brazel bawa kembali ke rumahnya. Tak seorang pun dari mereka pernah melihat benda2 tsb. Benda tsb tidak akan bisa terbakar atau tergores, tetapi benda itu sangat ringan sekali.
7. Senin, 7 Juli 1947
  • Beberapa sisa2 pesawat dan jasad dari lokasi kejadian dikirim ke Andrew AAF.
  • Brazel, Marcel, dan Cavitt tiba di lokasi sisa2 pesawat tsb. Lokasi kejadian tsb mempunyai panjang 1/3 mil dan lebar nya 300 kaki. Mereka menghabis waktu seharian utk mengambil semua sisa2 ke mobil Marcel dan kemudian kembali ke Roswell.
  • Jendral Nathan Twining, seorang Air Material Command commander, tiba2 membatalkan semua rencana dia dan terbang menuju Alamogordo.
  • Rumor dengan cepat menyebar sekitar Roswell bahwa telah ditemukan sebuah piring terbang.

8. Selasa, 8 Juli 1947
  • Marcel memutuskan untuk memperlihat kan beberapa sisa2 kepada keluarganya sebelum sisa2 tsb menjadi classified (rahasia pemerintah). Dia memberitahu anakanya bahwa itu adalah bagian dari piring terbang.
  • Marcel dan Cavitt bertemu dengan Kolonel Blanchard untuk melaporkan apa yang telah mereka temukan. Kemudian Blanchard memerintahkan beberapa penjaga utk ditempatkan di sekitar sisa2 tsb dan melarang siapa pun utk mengakses tempat tsb.
  • Brazel yang semalam sebelumnya bermalam di Walt Whitmore’s (KGFL radio), di wawancarai dan direkam. kemudian Washington menyuruh Whitmore utk tidak menyiarkan wawancara dengan Brazel tsb ke publik.
  • Brigade Jendral Roger Ramey memerintah kan Blanchard utk mengirim Marcel ke Fort Worth.
  • Mac Brazel di wawancarai oleh petugas militer dan berlangsung selama beberapa hari.
  • Letnan Walker Haut mengadakan telekonferensi press bahwa “The Army Air Forces here today announced that a flying disc had been found” (Pihak angkatan udara mengumumkan bahwa sebuah piring terbang telah ditemukan). Dalam beberapa jam, pangkalan udara dibanjiri telepon dari seluruh dunia.
  • Marcel tiba di Fort Worth dan bertemu Jendral Ramey. Marcel memperlihatkan sisa2 tsb kepada Ramey, yang kemudian membawa Marcel ke map room utk memberi tahu dimana lokasi kejadiannya.
  • Saat Marcel kembali ke tempat dia menaruh sisa2 tsb, dia kaget, sisa2 tsb menghilang dan tampaknya di tukar dengan peralatan weather baloon.
  • Ramey kemudian memerintahkan sisa2 yang asli dikrim ke Wright Field, Dayton.
  • Pihak militer kemudian membersihkan lokasi kecelakaan di peternakan Brazel dan mengirim semua sisa2 ke Wirght Field.
  • Sebuah konferensi Press diadakan, petugas Irving Newton menyatakan bahwa sisa2 yang ditemukan adalah sisa2 dari weather Baloon. Marcel diperintahkan utk tidak mengatakan apa2 dan Ramey mengkonfirmasikan bahwa orang2 di Roswell telah melakukan kesalahan. Marcel kemudian di foto dengan sisa2 weather balon.
Ketertarikan cerita piring terbang tsb kemudian sirna dikarenakan konfirmasi pihak militer bahwa itu hanya sebuah weather baloon.

9. Rabu 9 Juli 1947



  • Halaman Brazel telah benar2 bersih dari sisa2 pesawat. Sisa2 pesawat yg tersisa telah dikirim ke Los Alamos Via Kirtland AFB.
  • Teman Brazel melihat dia di antar oleh pihak militer dari pangkalan udara ke kota. Mereka mengatakan bahwa Brazel terlihat shock dan stress.
  • Brazel memberitahu ke salah satu temannya, Frank Joyce, bahwa dia harus mengganti cerita nya utk melindungi keluarganya.
  • Beberapa grup personil di Wright Field menyatakan telah melihat sisa2 pesawat yang aneh yang sedang dikeluarkan dari pesawat tidak resmi. Beberapa mengaku telah melihat jasad di Andrew AFB.
  • Marcel bertemu dengan Sheridan Cavitt, yang sekarang, mengaku tidak pernah pergi bersama Marcel ke lokasi sisa2 pesawat di Peternakan Brazel.
10. Kamis, 10 Juli 1947
  • Sheriff Wilcox menelepon AYah Glenn Dennis dan menginformasikan bahwa anakanya sedang bermasalah dgn pihak militer dan menyarankan dia utk berbicara kepada Dennis agar tetap tutup mulut.
  • Kemudian penjelasan ttg weather baloon muncul di koran setempat.
11. Jumat, 11 Juli 1947
  • Glenn Dennis mencoba menghubungi perawat yang menurut kabar telah ikut membantu dalam autopsi dari jasad asing tsb. Tetapi, saat dia menelepon pangkalan dimana terakhir perawat tsb terlihat, tidak ada seorang pun yang tahu dimana perawat itu berada.
  • Semua personil militer yang terlibat dalam pembersihan dan pemeriksaan sisa2 pesawat tsb di perintahkan utk melupakan apa yang telah dilihat atau diketahui. Polisi militer mulai mengunjungi rumah2 penduduk disekitar lokasi kejadian, mereka di peringatkan untuk tidak mengatakan apa pun atau mereka atau sanak famili mereka akan hilang.

12. Saturday, 12 Juli 1947
  • Anak Mac Brazel, Bill, membantu mengurus peternakan sementara Mac Brazel masih ditahan oleh pihak militer.
13. Selasa, 15 Juli 1947
  • Mac Brazel akhirnya dibebaskan. Dia mengatakan bahwa pihak militer terus – menerus menanyakan hal yang sama berulang kali. Brazel menyadari bahwa dia harus mengambil sumpah utk tidak menyebarkan apa yang dia lihat.
14. November 1947
  • Arthur Exon, seorang pilot yang ditugaskan di Wright Field, menyatakan bahwa dia terbang di atas lokasi kejadian, dan masih bisa melihat bekas2 kecelakaan yang ditimbulkan dari atas udara.
15. Desember 1947
  • Dr. W. Curry Holden dan Dr. C. Bertrand Schultz menhadiri sebuah pertemuan di Albuquerque. Mereka mendiskusikan peristiwa yang terjadi di Roswell dan Holden berkata kepada Schultz bahwa dia telah melihat sebuah objek berbentuk pesawat dan jasad kru pesawat asing tsb.
Inside Roswell kemudian tenggelam utk waktu 30 tahun sampai Jesse Marcel, mengizinkan beberapa peneliti mewawancari dia, termasuk Leonard Stringfield dan Stanton Friedman.

Charles Berlitz dan William L. Moore

mengeluarkan buku berjudul ‘The Roswell Incident’ pada tahun 1980 setelah mewawancarai lebih dari 70 saksi. Sejak perilisan buku tsb, byk peneliti yang lain yang ikut menginvestigasi dan byk buku lainnya telah beredar.

Telah terjadi beberapa pemfiksian (hoax) yang dihubungkan dengan kasus tsb seperti ‘Majestic-12 documents’ dan sekaran muncul ‘Alien autopsy Video’ yang terkenal. Tidak dari semua kebohongan tsb membantu membuka fakta yang terjadi di Roswell, New Mexico.

Setelah 40 tahun, pemerintah U.s mengakui bahwa cerita weather baloon adalah sebuah cerita cover up. Tetapi bukan utk mengover cerita ttg alien, tetapi utk melindungi ‘Project Mogul, sebuah project rahasia yang dijalankan angkatan udara dan jasad yang ditemukan adalah jasad monyet hasil kelinci percobaan.

FBI MERILIS DOKUMEN UFO, 2011

Pada April 2011, FBI mengirim sebuah dokumen tahun 1950 dari agen Guy Hottel yang membahas sebuah laporan oleh seorang penyidik Angkatan Udara tentang “tiga objek yang disebut piring terbang” dan para awaknya yang telah ditemukan di New Mexico.

Dokumen menyatakan:

Memorandum Kantor • Pemerintah AS

KEPADA: DIREKTUR FBI
TANGGAL: 22 Maret 1950
DARI: GUY hottel, SAC, WASHINGTON
SUBJEK: INFORMASI TENTANG PIRING TERBANG

[Tulisan tangan:]
Cakram Terbang atau Piring Terbang

Informasi berikut diserahkan kepada SA [dihapus] berdasarkan [dua baris dihapus].

Seorang penyidik Angkatan Udara menyatakan bahwa tiga buah piring terbang disebut-sebut telah ditemukan di New Mexico. Mereka digambarkan berbentuk melingkar dengan kubah di bagian tengah, dengan diameter sekitar 50 meter. Masing-masing diawaki oleh tiga tubuh berbentuk manusia tetapi hanya bertinggi tiga kaki, mengenakan pakaian metalik dengan tekstur yang sangat halus. Setiap tubuh dibalut dengan cara yang mirip dengan setelan yang digunakan oleh penerbang dan pilot.

Menurut informan Mr. [dihapus], piring yang ditemukan di New Mexico sesuai fakta bahwa Pemerintah memiliki sebuah radar berkekuatan sangat tinggi di daerah itu dan diyakini bahwa radar telah mengganggu mekanisme pengendali piring terbang.

Tidak ada evaluasi lebih lanjut yang dicoba oleh SA [dihapus] tentang hal di atas.

Meskipun tidak ada tanggal yang disebutkan tentang beberapa kejadian, memo tersebut memiliki tanggal ketik 22 Maret 1950, dan dua tanggal berbeda pada perangko: satu 29 Maret 1950 (lebih besar, di bagian bawah) dan satu 28 Maret 1950, yang terakhir dari yang memiliki sejumlah tulisan tangan di atasnya: 62-838-94-209, bagian terakhir dengan “-209” yang agak banyak spasi dari yang pertama. (Hal-hal lain yang diketik dan ditulis tangan pada salinan memorandum yang disertakan dengan artikel ini.)

Insiden Roswell tetap menjadi sebuah peristiwa yang paling sering dibicarakan terkait UFO. Di dalamnya penuh spekulasi, rumor, pertanyaan-pertanyaan dan merupakan salah satu insiden UFO yang paling terkenal, karena mempunyai banyak saksi.

(Teks Indonesia) Ufo’s: The Untold Stories (NatGeo) – UFO Roswell

The Grey Alien

The Roswell UFO Crash BBC Documentary – Proof

Desclasificacion Russia Videos KGB 60 as -Top Secret KGB


ref :
https://bamssatria22.wordpress.com/2013/04/29/roswell-incident-1947/
https://indocropcircles.wordpress.com/2011/12/08/memo-fbi-ungkit-kembali-misteri-jatuhnya-ufo-berisi-alien-di-roswell/
Back To Top